Cerita Populer: Kau Berlutut Di Kuburanku, Tapi Aku Sudah Memaafkanmu Sejak Dulu
Kau Berlutut di Kuburanku, Tapi Aku Sudah Memaafkanmu Sejak Dulu Kabut tipis menggantung di atas tanah pema…
Kau Berlutut di Kuburanku, Tapi Aku Sudah Memaafkanmu Sejak Dulu Kabut tipis menggantung di atas tanah pema…
Lorong istana diredam dalam keheningan yang menyesakkan. Hanya gemerisik sutra jubah Kaisar Li Wei yang meme…
Lentera-lentera terapung di permukaan Danau Bayangan, cahayanya menari bersama riak air, membentuk lukisan f…
Aku Mencintaimu di Antara Batas, dan Batas Itu Kian Menipis Lentera-lentera apung berdansa di permukaan da…
Aku Mencintaimu dengan Luka, dan Luka Itu Jadi Jembatan Menuju Kekekalan Malam itu kelam, sekelam arang dos…
Kau Menatapku di Tengah Medan Perang, dan Aku Lupa Bagaimana Caranya Membenci BAB I: Aroma Bunga Plum di Te…
Air Mata yang Menjadi Badai Langit Angin dingin menyapu debu dari reruntuhan Istana Timur, tempat di mana M…