Dracin Terbaru: Langit Yang Mengutuk Keturunan



Baiklah, ini dia cerita pendek dengan gaya *dracin* yang Anda minta: **Langit yang Mengutuk Keturunan** Senja merayap di balik Gerbang Kota Terlarang, mewarnai langit dengan rona *merah darah*. Angin berbisik lirih, membawa serta nada-nada sendu dari guqin yang dimainkan di Paviliun Anggrek. Di sanalah, di antara pilar-pilar berukir naga, berdiri *Dia*, Pangeran Lian, seorang pria dengan aura kesepian yang menusuk. Dulu, tawanya menggema di seluruh istana. Dulu, cintanya pada Putri Mei seperti mentari pagi yang menghangatkan. Tapi itu dulu. Kini, hanya ada **KEBISUAN**. Putri Mei, cinta pertamanya, menikahi Pangeran Zhao, saudaranya sendiri. Penghianatan itu menghancurkan hatinya, namun ia memilih diam. Bukan karena lemah, tapi karena ia tahu: ia membawa rahasia di dalam dadanya. Rahasia yang lebih besar dari dirinya, lebih besar dari seluruh dinasti. Pangeran Lian adalah keturunan langsung dari *Naga Langit*, makhluk mitos yang dikutuk untuk selalu membawa kesengsaraan bagi orang yang dicintainya. Setiap kali ia mencintai, orang itu akan menderita. Ia memilih *diam*, memilih mengorbankan kebahagiaannya demi keselamatan Putri Mei. Beberapa tahun berlalu. Pangeran Zhao naik tahta, menjadi Kaisar yang kejam dan haus darah. Kerajaan terombang-ambing di ambang kehancuran. Rakyat menderita. Putri Mei, yang kini menjadi Permaisuri, hidup dalam kesedihan yang mendalam. Satu malam, seorang kasim tua, sahabat setia Pangeran Lian, mendekatinya dengan *wajah pucat*. "Pangeran," bisiknya, "Ada... ada sesuatu yang aneh dengan Kaisar. Dia semakin lama semakin terlihat seperti... **BUKAN** dirinya sendiri." Pangeran Lian tertegun. Ia teringat pada legenda kuno, tentang iblis yang dapat merasuki tubuh manusia dan mengendalikan pikiran mereka. Mungkinkah Kaisar Zhao... Ia mulai menyelidiki, dengan hati-hati dan sembunyi-sembunyi. Ia menemukan catatan kuno di perpustakaan terlarang, yang menyebutkan tentang ritual pemanggilan iblis dengan menggunakan darah keturunan Naga Langit. *Teranglah sudah*. Pangeran Zhao, yang selalu iri pada kekuatannya, telah mencoba menggunakan darahnya untuk mengendalikan iblis dan menguasai kerajaan. Namun, kekuatan iblis itu terlalu besar, dan kini Kaisar sendiri yang dikendalikan. Pangeran Lian tahu apa yang harus ia lakukan. Ia tidak bisa membunuh Kaisar. Ia tidak akan menggunakan kekerasan. Tapi ia tahu satu cara untuk membalikkan takdir. Ia mengumpulkan keberaniannya dan menemui Putri Mei. Ia menceritakan segalanya, tentang kutukan Naga Langit, tentang iblis yang merasuki Kaisar. Awalnya Putri Mei tidak percaya, namun ia melihat ketulusan di mata Pangeran Lian. Mereka berdua merancang rencana. Mereka akan membongkar ritual pemanggilan iblis, bukan dengan kekuatan, tapi dengan *kebijaksanaan* dan *cinta*. Pada malam purnama, ketika ritual pemanggilan iblis mencapai puncaknya, Pangeran Lian dan Putri Mei memasuki ruang ritual. Mereka tidak membawa pedang, tidak membawa pasukan. Mereka hanya membawa *harapan* dan *pengorbanan*. Putri Mei, dengan air mata berlinang, membacakan mantra pembalik yang diambil dari catatan kuno. Pangeran Lian, dengan pasrah, membiarkan iblis itu mengambil alih sebagian kecil dari jiwanya, cukup untuk mengganggu keseimbangan kekuatan. Ritual itu berbalik arah. Iblis itu terlempar kembali ke alamnya, meninggalkan tubuh Kaisar yang lemah dan kebingungan. Kaisar Zhao, yang kembali sadar, langsung *ambruk* dan menyesali semua perbuatannya. Kerajaan perlahan pulih. Pangeran Zhao, yang merasa sangat bersalah, mengundurkan diri dari tahta dan menyerahkannya kepada keturunan Putri Mei. Pangeran Lian, sekali lagi, memilih mengasingkan diri, membawa serta kesepian dan rahasianya. Ia berdiri di puncak gunung, menatap langit yang luas dan *kelabu*. Ia tahu, kutukan Naga Langit akan terus mengikutinya. Tapi ia juga tahu, ia telah menyelamatkan kerajaannya, menyelamatkan orang yang dicintainya. Angin berbisik lirih di telinganya, membawa serta aroma bunga plum. Ia tersenyum pahit. Takdir telah berbalik arah, namun harga yang harus dibayar terlalu mahal. Dan di dalam hatinya, ia tahu, ia akan selalu mencintai Putri Mei... walau dari kejauhan. *Kutukan itu mungkin telah terhenti, tapi kenangan tentang masa lalu yang hilang akan terus menghantuinya selamanya.*
You Might Also Like: Arti Mimpi Diserang Kadal Kebun Inilah

Post a Comment

Previous Post Next Post