Drama Baru! Aku Mencintaimu Di Setiap Kehidupan, Tapi Selalu Harus Kehilanganmu



Aku Mencintaimu di Setiap Kehidupan, Tapi Selalu Harus Kehilanganmu

Hujan turun di atas makam. Bukan gerimis yang menenangkan, melainkan air mata langit yang berderai tanpa henti. Batu nisan itu basah, nama yang terukir di sana samar tertutup kabut dan air. Xiao Yue berdiri di sana, bukan sebagai manusia yang bernapas, melainkan bayangan yang menolak pergi.

Ia mati. Terbunuh. Sebuah rahasia besar terkubur bersamanya. Rahasia tentang cinta, pengkhianatan, dan sebuah warisan keluarga yang berlumuran darah. Namun, ia kembali. Bukan untuk membalas dendam, meski amarah membakar jiwanya. Ia kembali untuk menuntaskan.

Setiap malam, ia mengembara di antara dunia yang hidup dan mati. Ia melihat Li Wei, pria yang dicintainya lebih dari nyawanya sendiri, diliputi kesedihan yang mendalam. Li Wei meratap, menyesali kata-kata yang tak terucap, janji yang tak terpenuhi. Xiao Yue ingin memeluknya, mengatakan bahwa semua akan baik-baik saja, tapi ia hanyalah roh, terperangkap dalam keheningan abadi.

Dunia arwah adalah labirin tanpa ujung, dipenuhi bisikan angin dan kenangan yang berhamburan. Ia bertemu dengan roh-roh lain, jiwa-jiwa yang tersesat, yang menyimpan penyesalan serupa. Mereka mengingatkannya pada tujuannya: menemukan kedamaian.

Xiao Yue mengikuti jejak-jejak masa lalu. Ia menyaksikan kembali saat-saat bahagia bersama Li Wei di taman bunga sakura, senyumnya, tawanya, semua terasa begitu jauh, begitu menyakitkan. Ia juga melihat adegan pengkhianatan, tatapan dingin dari orang-orang terdekatnya, dan pisaunya yang menusuk jantungnya.

Semakin dalam ia menyelami masa lalu, semakin jelaslah kebenaran. Bukan Li Wei yang bertanggung jawab atas kematiannya. Bukan pula perebutan warisan semata. Ada konspirasi yang jauh lebih besar, melibatkan orang-orang yang berkuasa dan rahasia gelap yang ingin mereka kubur selamanya.

Namun, Xiao Yue tidak lagi peduli dengan balas dendam. Yang ia inginkan hanyalah kedamaian. Ia ingin Li Wei tahu bahwa ia tidak menyalahkannya, bahwa ia mencintainya bahkan setelah kematian. Ia ingin kebenaran terungkap, bukan untuk menghukum, melainkan untuk membebaskan.

Suatu malam, di tengah hujan yang semakin deras, Xiao Yue berhasil menyampaikan pesan terakhirnya kepada Li Wei melalui mimpi. Mimpi yang dipenuhi bunga sakura, senyumnya, dan kata-kata cinta yang tak terucap. Li Wei terbangun dengan air mata di pipinya, namun ada senyum tipis di bibirnya. Ia mengerti.

Li Wei kemudian mengungkap kebenaran kepada dunia. Para pelaku dihukum. Keluarga Xiao Yue mendapatkan keadilan. Dan Xiao Yue, roh yang tersesat itu, akhirnya menemukan kedamaian.

Bayangannya perlahan memudar di bawah cahaya bulan. Ia tahu, waktunya telah tiba.

Ia baru saja tersenyum untuk terakhir kalinya...

You Might Also Like: Agen Skincare Bisnis Sampingan_29

Post a Comment

Previous Post Next Post